Setan

By launchelot

Kemarin sore sepulang dari kantor saya duduk di ruang tamu rumah “mewah” saya. yang katanya orang sih bergaya minimalis tapi yang kalau saya boleh bilang sih “kelewat minimalis”, kamar mandi di buat minimalis,kamar tamu di buat minimalis,sampai-sampai halaman pun di buat minimalis. Tapi lebih untung, daripada tidak punya sama sekali. Pikiran saya menerawang kemana-kemana. Sampai akhirnya saya melihat Koran yang sudah 2 hari lalu datang kerumah saya,dan sudah berkali-kali juga saya baca. Tapi ada bagian yang terlewatkan,atau lebih tepatnya sengaja saya lewatkan setiap kali saya membaca tiap halamannya.

Bagian Koran itu adalah kolom rohani, saking tidak pernahnya saya membaca info rohani tersebut. Saya sampai lupa kapan terakhir kali saya masuk kembali kerumah tuhan yang seharusnya 5 kali sehari saya masuki. Kolom rohani itu berjudul “setan itu lemah” sekilas saya membaca itu spontan kening saya berkerut berfikir sejenak. Kalau memang setan itu lemah kenapa nabi adam saja sampai jatuh kebumi? Sehingga kita semua berkembang biak dan hidup di bumi sampai-sampai saya berfikir kalau saja nabi adam tidak jatuh kebumi tentu saya sekarang sudah senang-senang di surga mungkin juga disana saya pacaran sama Siti Nurhaliza. “Gimana mau pacaran sama artis mas?, lha situ bagusnya dari sisi mana? apartemen ga punya, kendaraan pribadi aja ga punya, paling modalnya cuma dengkul, itu aja kalo ga di kasi ma yang diatas situ ga bakalan punya” celetuk teman nongkrong saya kalu lagi libur. Kenapa banyak orang yang masuk neraka? Kenapa seorang ahli agama pun ada yang terglincir dan berbuat dosa besar seperti memperkosa dan mencabuli? Semua itu seperti membuat saya merasa seperti baru dapat doorprice satu buah surat bebas berbuat dosa dari tuhan.

 

Sengaja jatuh

Pertanyaan-pertanyaan tadi terus berputar-putar di kepala saya sampai beberapa hari, sampai suatu saat saya berada di mobil saya tidak sengaja menyetel salah satu stasiun radio yang menyiarkan tentang info agama. Beberapa hari itu tuhan memang betul-betul lagi menyerang saya dengan gencar, saya tidak mengganti saluran radio tersebut untuk pertama kalinya dan mudah-mudahan tidak untuk terakhir kalinya. Saya mendengarkan panjang lebar penjelasan di saluran tersebut, semua biasa saja menurut saya tapi ada satu kata yang mengganjal dan menambah perbendaharaan pertanyaan yang sudah hampir penuh karna saking banyaknya pertanyaan, perasaan penasaran, dan tentunya tidak sedikit juga dosa yang ikut andil mengisi. Kata-itu adalah “banyak manusia tergelincir ke dalam jebakan setan” tapi saya coba berpikir dari sisi lain. Kenapa manusia bisa terjebak padahal manusia yang salah satu mahluk tuhan itu yang katanya paling sempurna, yang katanya juga satu-satunya di beri akal, yang masih katanya lagi paling tinggi derajatnya masih aja bisa kejebak? Nah lho? Makin bingung kan?

 

Sampai pada suatu titik saya berpikir dari dua sisi yang bersamaan,…

 

Kesimpulan pertama, yang namanya setan itu kuat, banyak, dan cerdas. Sampai-sampai, manusia bisa “dikibulin”.

 

Kesimpulan kedua, manusia itu sebenarnya cerdas, dan yang namanya akal itu benar-benar ada dan tidak fiktif. Bukan karna saya juga seorang manusia yang sering kali tidak terima kalau di bilang goblok. Walaupun kadang jika saya sedang datang warasnya sering kali saya tersadar bahwa saya lebih dari sekedar goblok. ya maklum saya termasuk manusia yang parah daya pikirnya. Tapi kenapa tetap saja bisa terjebak dengan setan yang katanya IQ dan EQ nya jauh lebih parah dari saya yang udah tingkat gobloknya gak ketulungan?. Ternyata usut punya usut dari kata “banyak manusia tergelincir ke dalam jebakan setan” itu adalah manusia yang punya inisiatif masuk kedalam jebakan,atau dengan kata lain sengaja tergelincir. Tapi seringkali manusia memakai dalih terjebak karna ya alasannya sama seperti saya, tidak mau disalahkan….jadi tinggal pakai nama setan untuk cuci tangan.

Nah jadi ternyata akal manusia tetap di pakai,tapi buat cari kambing hitam. Jadi siapa yang lebih licik? Manusia atau setan?

“lha mas sebenarnya setan atau manusia??” celetuk teman saya lagi.

4 Responses to “Setan”

  1. ngodod Says:

    lha mas sebenarnya setan atau manusia?? –> kamu jawab apa on..?

  2. faiqfardian Says:

    “jadi tinggal pakai nama setan untuk cuci tangan”

    bersihan mana cuci tangan pake sabun ato pake setan on?

    dari pada mikirin setan ayo maenin “setan” DOTA saja! :P

  3. bang doel Says:

    kalo dibuat buku kurang lebih ini judulnya bakal jadi begini :
    “kesaksian setan yang terpisah dari rombongannya “

  4. rickyriantoby Says:

    hmmm ….!kata sapa setan tu lemah? sebagai setan saya tersinggung ttg anda!!

Leave a Reply